-->
yQRsgXYtnqhElJ0qG98ow6B0hsUDuvl7mVOesb9a
Mandi di Saluran Irigasi, Bocah 8 Tahun di Ngaringan Tewas Tenggelam

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Mandi di Saluran Irigasi, Bocah 8 Tahun di Ngaringan Tewas Tenggelam

Petugas kepolisian sedang melakukan olah TKP.


GROBOGANTODAY, PENAWANGAN - Nasib nahas menimpa AFR (8), bocah berusia 8 tahun, warga Desa Pendem, Ngaringan, Grobogan. Korban ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi desa setempat, Jumat (10/1/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.


"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Kapolsek Ngaringan, AKP Mujiyadari.


Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 11.00 WIB, korban pulang dari sekolah. Setelah berganti pakaian dan keluar dari rumah. Hingga pukul 13.00 WIB, korban belum pulang ke rumah. Hingga akhirnya, ibu korban berusaha mencarinya.


"Setelah dicari, diketemukan pakaian korban di tanggul irigasi," ujar AKP Mujiyadari.


Tak menemukan anaknya, ibu korban pulang ke rumah dan memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Ia meminta bantuan untuk membantu mencari anaknya di lokasi penemuan pakaian korban. Warga pun berdatangan ke lokasi tersebut dan melakukan pencarian.


Pada saat melakukan pencarian, kaki Ahmad Sholikin menyentuh sesuatu. Ia pun langsung memberitahu Rukimin.


"Rukimin kemudian berusaha menyelam ke dalam sungai. Ia berhasil menemukan korban dan langsung diangkat ke darat," ungkap Kapolsek Ngaringan.


Setelah diperiksa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Akhirnya korban dibawa pulang menuju ke rumah duka. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Ngaringan. Dengan dipimpin Kapolsek Ngaringan bersama Ka SPKT 3 Polsek Ngaringan, Unit Reskrim Polsek Ngaringan serta Tim Inafis Polres Grobogan dan tim medis Puskesmas Ngaringan melakukan olah TKP. Serta melakukan pemeriksaan korban.


"Lebar sungai 10 meter dengan kedalaman air 150 cm. Disekitar TKP ditemukan alat pancing. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, korban meninggal dunia akibat tenggelam," jelas kapolsek.


Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban, pihak keluarga korban telah menerimakan kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan.

Baca Juga
SHARE
Newest Older

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post